Analisa Hasil Debat Cagub DKI Menurut Masyarakat

Analisa Hasil Debat Cagub DKI Menurut Masyarakat

Analisa Hasil Debat Cagub DKI Menurut Masyarakat – Debat yang berlangsung dan diliput di acara televisi kompas tv tersebut terkesan tidak berimbang dan terasa sangat berat sebelah. Tampak dari awal debat yang ketika dimulai calon gubernur Agus dan Sylvi tampak tidak diberikan kesempatan untuk berbicara setidaknya dalam dua sekmen. Hal tersebut tentu tidak begitu digubris oleh paslon dan masyarakat, tetapi dengan kejadian tersebut membuat seolah debat yang berlangsung tidak begitu berat ke arah paslon no 1.

INGIN MAIN JUDI POKER DAN DOMINO ONLINE UANG ASLI INDONESIA TERPERCAYA ?
AYUK GABUNG DI BOSDOMINO.NET AGEN JUDI ONLINE POKER DOMINO UANG ASLI TERPERCAYA

Korban gusuran stress, menangis hingga saat ini, itulah yang dikatakan Agus untuk menyerang Paslon nomor dua, yang menerapkan relokasi, begitu pula dengan Anies yang ingin membuat rumah deret dan menentang relokasi yang mereka sebut menggusur, padahal selama saya di Jakarta, keadaan dipinggir sungai sangat rentan dengan banjir, dan penyakit, dan lebih susah untuk mengaturnya,bisa dibayangkan jika lebar sungai sudah menyempit, bagaimana tidak banjir, lebar sungai yang awalnya 30 meter menjadi 5 meter?

Anies mengatakan rumah deret di daerah aliran sungai, dengan membandingkan Jakarta dengan Jogja dan malang itu menurut saya bukan perbandingan yang tepat dan baik pak anies. Ahok juga mengkritisi siapapun yang menjadi Gubernur diharapkan untuk mencerdaskan masyarakat dan tidak membodohi masyarakat hanya untuk bisa menang pilkada. Cara membodohi itu lebih tepat sasaran untuk solusi kota apung yang disebutkan paslon no 1.

Analisa Hasil Debat Cagub DKI Menurut Masyarakat

Karena relokasi untuk keperluan normalisasi aliran sungai membuahkan hasil, ada daerah yang tadinya jika banjir sampai 3 minggu, sekarang jadi cuma beberapa jam, itu yang ingin ditegaskan, pentingnya relokasi, karena itu mau tidak mau dilakukan. Selain itu pemerintahan Ahok-Djarot sudah dua pertiga mengurangi banjir.

Selain itu mengapa masih terjadi banjir dibanyak titik, karena rumah rusun belum jadi, yang menyebabkan program relokasi belum dapat dilanjutkan, karena itulah cara Ahok-Djarot memanusiakan manusia, dengan menempatkan masyarakat dari tempat tidak layak, ke tempat yang layak.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*